
Nampaknya musim hujan sudah mulai dekat, Bersamaan dengan hujan yang selalu turun dengan deras, bahkan muncul juga petir yang menggelegar. Lantas, perlukah memasang penangkal/anti petir di rumah??
Petir atau disebut gledek tidak bisa dianggap hal yang sepele, karena bisa berdampak buruk untuk kita.
Parahnya, petir bahkan bisa menimbulkan konslet listrik sehingga rumah terbakar.
Pertanyaannya, Haruskah sebenarnya penangkal petir perlu dipasang di rumah??
lantas bagaimana cara memilih yang tepat?
Sebelum memasang, ini dia hal penting yang perlu kita tau mengenai penangkal petir:
1. Fungsi Penangkal Petir

Kita tidak akan tau kapan dan di mana persisnya petir menyambar permukaan bumi.
Satu hal yang jelas, petir cenderung menyambar benda-benda yang posisinya dekat dengan awan seperti Tower, pohon atau Rumah bertingkat tinggi.
Air hujan yang turun juga bisa mengantarkan listrik dari petir kepada manusia atau benda-benda lainnya.
Penangkal/anti petir sendiri digunakan sebagai pengantar listrik dari sambaran kilat yang diteruskan ke media lain seperti tanah.

Semakin tinggi tingkatan lantai sebuah Rumah/gedung, tentu semakin besar pula kemungkinannya Untuk tersambar petir.
Namun bukan berarti rumah dengan satu lantai tidak memerlukan alat ini.
Rumah kecil 1 lantai dan 2 lantai pun rawan terkena sambaran jika berada di lokasi dataran tinggi.
jika Kita merasa bahwa daerah rumah sering terjadi gledek, maka ada baiknya untuk segera memasang penangkal petir
2. Jenis Penangkal Petir

Ada dua jenis penangkal petir yaitu penangkal petir konvensional dan elektrostatis.
Penangkal Petir Konvensional

Kita yang mengerti tentang dunia listrik mungkin dapat membuatnya sendiri karena materialnya dapat ditemukan di toko-toko bangunan.
Penangkal jenis ini cocok diinstalasikan di toko atau bangunan kecil seperti rumah dan tower
Penangkal Petir Elektrostatis

Karena jangkauannya lebih luas, maka penangkal ini cocok untuk bangunan besar seperti, Perkantoran, pabrik, area tambang, padang golf, sampai perkebunan.
Perangkat ini mengandalkan head terminal yang berada di ujung penangkal.
Semakin tinggi posisinya, semakin luas pula jangkauan perlindungan suatu daerah terhadap sambaran petir.
3. Komponen Penangkal Petir

Apabila membeli bahan yang abal-abal tentu fungsi dari penangkal tidak akan maksimal dan rumah pun bisa jadi taruhannya.
Penangkal petir harus terbuat dari bahan yang memenuhi syarat dan terlapisi bahan anti korosi.
Beberapa bahan yang memenuhi standar tersebut adalah tembaga dan aluminium.
Untuk tembaga, pilihlah yang mutunya setara dengan tembaga yang umum digunakan pada pengerjaan aliran listrik PLN.
Sementara itu, untuk campuran tembaga pilihlah bahan yang benar-benar tahan terhadap korosi.
Head atau Air Terminal
Seperti namanya, head atau air terminal berada pada bagian ujung atas penangkal petir.
Bentuknya pada penangkal konvensional menyerupai ujung tombak
Sementara pada penangkal elektrostatis, head cenderung lebih besar dan lebar menyerupai payung.
Fungsinya ialah untuk menjadi sasaran sambaran petir.
Konduktor
Konduktor merupakan kabel untuk mengalirkan tenaga yang tertangkap head menuju grounding.
Grounding atau Pembumian
Grounding merupakan komponen penangkal petir yang berada di dalam tanah.
Pembuatan dan peletakannya disebutkan tidak boleh berada terlalu dekat dengan bangunan rumah.
4. Cara Kerja Penangkal/Anti Petir

Perlu dipahami bahwa awan memiliki muatan yang bersifat negatif, sementara tanah punya muatan positif.
Itulah mengapa grounding dibutuhkan untuk meredam petir.
Saat petir akan menyambar, muatan positif dari tanah akan tertarik lewat konduktor ke ujung head.
Head bermuatan positif akan menarik muatan negatif dari petir lalu menghasilkan energi listrik yang kembali dialirkan ke tanah lewat konduktor.
Energi negatif tersebut akan dinetralkan oleh muatan positif di tanah sehingga tidak menyambar ke mana-mana.
5. Proses Instalasi Anti Petir
Jika sudah membeli atau membuat, perhatikan tahapan instalasi penangkal petir untuk rumah berikut ini
Pastikan komponen sistem penangkal petir terpasang dengan sempurna. Pemasangan yang tidak sempurna menyebabkan sistem penangkal petir tidak bekerja efektif dan rusak ketika tersambar petir.
Tanam ground hingga kedalaman air tanah atau sampai mencapai area basah. Tujuannya agar listrik petir langsung tersalur ke tanah.
Tempatkan alat penangkal petir pada bagian paling tinggi dari rumah.
Pada atap miring, penangkal harus dipasang pada jarak tidak lebih dari 0,6 meter dari ujung bangunan.
Sementara pada atap datar atau dak yang lebar tinggi penangkal petir tidak lebih dari 15 meter. Jika tingginya sudah lebih dari ukuran standar yaitu 6 meter, maka harus diberi penyangga untuk menahan penangkal dari terjangan angin.
Pastikan seluruh perangkat mulai dari kepala penangkal, rangkaian kabel, hingga bagian grounding terpasang dengan sempurna.
Semoga informasi tentang fungsi, jenis, dan cara memasang penangkal petir dapat bermanfaat untuk Anda, Navindo Jaya Abadi
Terus kunjungi website kami untuk mendapatkan Informasi dan harga yang menarik dari kami.
No comments:
Post a Comment